Selasa, 20 Desember 2016

JARINGAN PENGANGKUT



JARINGAN PENGANGKUT
Jaringan pengangkut pada tumbuhan terdiri dari xilem dan floem. Xilem meliputi trakea dan trakeida serta unsur-unsur lain seperti serabut dan parenkim xilem. Xilem berfungsi untuk mengangkut mineral dan air dari akar sampai daun. Sedangkan floem terdiri dari unsur-unsur tapis, sel pengiring, dan parenkim floem. Floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke bagian organ tumbuhan.
1.      Xilem
Xilem merupakan jaringan pengangkut yang kompleks terdiri dari berbagai macam bentuk sel. Umumnya sel-sel penyusun xilem telah mati dengan dinding sel yang sangat tebal, tersusun dari zat lignin sehingga xilem berfungsi juga sebagai jaringan penguat. Unsur-unsur xilem terdiri dari unsur trakeal, serat xilem, dan parenkim xilem.
          
a.       Unsur Trakeal
Unsur trakeal merupakan unsur yang berfungsi dalam pengangkutan air beserta zat terlarut di dalamnya, dengan sel-sel yang memanjang, tidak mengandung protoplas (bersifat mati), dinding sel berlignin,mempunyai macam-macam noktah. Unsur trakeal terdiri dari dua macam sel, yaitu trakea dan trakeida. Trakea (pembuluh kayu) terdiri dari deretan sel yang tersusun memanjang dengan ujung berlubang dan bersambungan pada ujung dan pangkalnya, sedangkan trakeida merupakan sel panjang dan ujung yang runcing tanpa adanya lubang sehingga pengangkutan melalui pasangan noktah pada dua ujung trakea yang saling menimpa. Bagian trakea yang berlubang disebut lubang perforasi, yaitu lempeng perforasi sederhana dengan sebuah lubang yang memenuhi seluruh dinding ujung sel yang ditempati, lempeng perforasi skalariform dengan lubang pipih dan sejajar lempeng sehingga menunjukkan bentuk tangga, lempeng perforasi jala dengan jalinan lubang membentuk jala. Lempeng perforasi skalariform dan jala juga disebut lempeng perforasi majemuk.
b.      Serat Xilem
Serat xilem merupakan sel panjang dengan dinding sekunder yang biasanya berlignin. Ada dua macam serat pada tumbuhan, yaitu serat trakeid dan serat libriform. Serat libriform mempunyai ukuran lebih panjang dan dinding selnya lebih tebal dibandingkan dengan serat trakeid. Dijumpai adanya serat sederhana pada serat libriform, sedangkan serat trakeid memiliki serat terlindung.
c.       Parenkim Xilem
Parenkim xilem biasanya tersusun dari sel-sel yang masih hidup. Dijumpai pada xilem primer maupun xilem sekunder. Pada xilem sekunder terdapat dua macam parenkim, yaitu parenkim kayu dan parenkim jari-jari empulur. Parenkim kayu sel-selnya dibentuk oleh sel-sel pembentuk fusi unsur-unsur trakea yang sering mengalami penebalan sekunder pada dindingnya. Dijumpai adanya noktah berhalaman dan noktah biasa. Sel-sel parenkim xilem berfungsi sebagai tempat cadangan makanan. Zat tepung biasanya tertimbun sampai pada saat-saat giatnya  pertumbuhan kemudian berkurang bersamaan dengan kegiatan kambium. Parenkim jari-jari empulur tersusun dari sel-sel yang pada umumnya mempunyai dua bentuk dasar, yaitu sel-sel yang bersumbu panjang ke arah radial dan sel-sel bersumbu panjang ke arah vertikal
2.      Floem
Floem merupakan jaringan pengangkut yang tersusun dari berbagai macam bentuk sel-sel yang bersifat hidup dan mati. Unsur-unsur floem meliputi unsur tapis, sel pengiring, sel albumin (pada Gymnospermae), serat-serat floem dan parenkim floem.
             
a.       Unsur-unsur Tapis
Ciri khas dari unsur tapis adalah hanya daerah tapis dindingnya tipis dan inti hilang dari protoplas. Daerah tapis diartikan sebagai daerah noktah yang termodifikasi dan tampak sebagai daerah cekung di dinding berpori-pori. Pori-pori tersebut dilalui oleh plasmodesta yang menghubungkan dua unsur tapis yang berdampingan. Sel-sel tapis merupakan sel panjang yang ujungnya meruncing di bidang tangensial dan membulat di bidang radial. Dinding lateral banyak mengandung daerah tapis yang berpori. Pada komponen bulu tapis, dinding ujungnya saling berlekatan dengan dinding ujung sel bawahnya atau di atas sehingga membentuk deretan sel-sel memanjang yang disebut pembuluh tapis.
b.      Sel Pengiring
Sel pengiring berhubungan erat dengan pembuluh tapis. Sel-sel pengiring biasanya merupakan untaian atau deretan yang menyerupai sel parenkim dengan sel-sel yang bersifat hidup.sel pengiring diduga berperan dalam keluar masuknya zat-zat makanan melalui pembuluh tapis.
c.       Sel Albumin
Sel albumin merupakan sel jari-jari empulur dan sel-sel parenkim buluh tapis yang mengandung banyak zat putih telur dan terletak dekat dengan sel-sel tapis ganda pada tumbuhan Gymnospermae. Diduga sel-sel albumin mempunyai fungsi serupa dengan sel pengiring.
d.      Serat-serat Floem
Letak serat-serat floem pada berkas floem bervariasi. Pada floem primer, serat terdapat pada bagian jaringan sebelah luar yang awalnya berkelompok membentuk suatu klaster atau masa kemudian dalam perkembangannya akan menjadi homogen. Sedang pada floem sekunder letak serat mengikuti berbagai pola. Serat dewasa dapat bersifat hidup maupun mati. Serat hidup dapat berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan.
e.       Parenkim Floem
Parenkim floem merupakan jaringan parenkim biasanya terletak di bagian buluh tapis, merupakan sel hidup yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan zat-zat tepung, lemak, dan zat-zat organik lainnya.


Tipe-tipe Berkas Pengangkut
Keberadaan xilem dan floem dalam jaringan primer selalu berpasangan dan merupakan suatu berkas yang disebut pengangkut.
Berdasarkan posisi atau letak xilem dan floemnya, berkas pengangkut dibedakan menjadi 3 tipe dasar, yaitu kolateral, konsentris dan radial. Masing-masing tipe dasar terbagi lagi menjadi tipe-tipe yang lebih spesifik.
1.      Tipe Kolateral
Berkas pengangkut  tipe kolateral didefinisikan sebagai berkas pengangkut dengan kondisi xilem dan floem terletak berdampingan, floem berada di bagian luar dari xilem. Tipe kolateral terbagi menjadi tiga , yaitu kolateral terbuka, kolateral tertutup, dan bikolateral.
a.       Tipe Kolateral Terbuka
Apabila diantara xilem dan floem terdapat kambium maka berkas pengangkut ini disebut tipe kolateral terbuka. Selain berfungsi sebagai penghubung antara xilem dan floem, kambium juga berperan dalam pembentukam floem ke arah luar dan xilem ke arah dalam. Kambium fasikuler apabila kambium terletak di antara xilem dan floem dan kambium interfasikuler apabila kambium terletak di luar xilem dan floem. Berkas pembuluh tipe ini dijumpai pada tumbuhan Dicotyledoneae dan Gymnospermae.
b.      Tipe Kolateral Tertutup
Apabila diantara xilem dan floem berdampingan langsung tanpa adanya kambium maka berkas pengangkut ini disebut tipe kolateral tertutup. Berkas pembuluh tipe kolateral tertutup ini kadang dikelilingi jaringan sklerenkim. Berkas pengangkut tipe ini dijumpai pada tumbuhan golongan Monocotyledonae.
c.       Tipe Bikolateral
Berkas pengangkut bikolateral apabila adanya floem luar dan floem dalam. Diantara floem luar dan xilem dijumpai adanya kambium. Keberadaan kambium diantara floem dan xilem masih kurang jelas, mungkin hanya berupa parenkim penghubung.
2.      Tipe Konsentris
Berkas pengangkut tipe konsentris merupakan berkas pengangkut dengan kondisi xilem dikelilingi floem atau sebaliknya. Tipe konsentris terbagi menjadi konsentris amphikibral dan konsentris amfivasal.
a.       Konsentris Amphikibral
Apabila xilem berada di tengah dan floem mengelilingi xilem. Umumnya dijumpai pada golongan paku-pakuan (Pteridophyta).

b.      Konsentris Amfivasal
Apabila floem di tengah dan xilem mengelilingi floem. Contohnya pada Cirdyline sp. Dan rhizome Acorus calamus.
3.      Tipe Radial
Berkas pengangkut tipe radial merupakan berkas pengangkut dengan letak xilem dan floem bergantian dan berdampingan menurut jari-jari lingkaran. Dijumpai pada akar tumbuhan Monocotyledonae dan akar primer Dicotyledonae.
                             
Gambar Perbandingan Berkas Pengangkut pada
Monocotyledonae dan Dicotyledonae




Referensi :
http://.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR.PED.BIOLOGI/196607161991011AMPRASTO/bahan-kuliah/e-learningantum/Jaringan Pengangkut (8).pdf Diakses di Yogyakarta pada tanggal 28 Mei 2016 pukul 11:00 WIB.
http://www.docs-engine.com/pdf/1jurnal-pengertian-xilem-dan-floem.html Diakses di Yogyakarta pada tanggal 28 Mei 2016 pukul 11:05 WIB.
Agustin,Maria.2009.http://www.Jaringan-pada-tumbuhan-plant-tissues.pdf  Diakses di Yogyakarta pada tanggal 9 April 2016 pukul 10:30 WIB.
Setjo,Susetyoadi,dkk.Common Textbook (Edisi Revisi) Anatomi Tumbuhan.Malang:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar